NusantaraBersatuNews.Com, Kota Langsa Aceh- Sema IAIN Langsa Gelar Seminar Kepemudaan dengan tema “Gerakan Pemuda Nusantara Membangun Bangsa”, Bertempat di Aula Universitas IAIN Langsa Desa Meurande Dayah. Kecamatan Langsa Lama, Kamis, (16/12/21)

Kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan jiwa nasionalisme pemuda dalam bidang pendidikan, membangkitkan semangat agent of change dan memberikan inspirasi berkarya dan berprestasi tanpa batas.

Dalam kegiatan tersebut ada tiga Pemateri yaitu: , Wakil Ketua I DPRK Langsa Saifullah, SE, yang juga Ketua DPD Bapera Langsa dengan materi peran pemuda bagi bangsa, Wakil Ketua DPD KNPI Langsa Rizki Maulana, S,sos, MSP, dengan materi peran aktif pemuda sebagai agen perubahan dan Muhammad Rafsanjani, Sekjen PB PMII dengan materi realita keberadaan organisasi kepemudaan di Indonesia, adapun peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut berjumlah 230 orang.

Ketua DPD Bapera Langsa Saifullah, SE, dalam sambutannya menyampaikan Pentingnya peran pemuda sesuai Undang-Undang Nomor 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan adalah pengakuan sejarah perjuangan bangsa Indonesia telah mencatat peran penting pemuda yang dimulai dari pergerakan Budi Utomo tahun 1908, Sumpah Pemuda tahun 1928, Proklamasi Kemerdekaan tahun 1945, pergerakan pemuda, pelajar, dan mahasiswa tahun 1966, sampai dengan pergerakan mahasiswa pada tahun 1998 yang telah membawa bangsa Indonesia memasuki masa reformasi.

Hal ini membuktikan bahwa pemuda mampu berperan aktif sebagai garda terdepan dalam proses perjuangan, pembaruan, dan pembangunan bangsa.

Kepemudaan adalah bentuk upaya dalam proses pembangunan bangsa, pemuda merupakan kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan sebagai perwujudan dari fungsi, peran, karakteristik, dan kedudukannya yang strategis dalam pembangunan nasional.

Untuk itu, tanggung jawab dan peran strategis pemuda di segala dimensi pembangunan perlu ditingkatkan dalam kerangka hukum nasional sesuai dengan nilai yang terkandung di dalam Pancasila dan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dengan berasaskan Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan, kebangsaan, kebhinekaan, demokratis, keadilan, partisipatif, kebersamaan, kesetaraan, dan kemandirian.

Lanjut Saifullah, SE, untuk memperkuat posisi dan kesempatan kepada setiap warga negara yang berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun untuk mengembangkan potensi, kapasitas, aktualisasi diri, dan cita-citanya.

Di samping itu, Undang-Undang ini memberikan jaminan perlindungan dan kepastian hukum atas eksistensi serta aktivitas kepemudaan. Undang-Undang ini juga memberikan kepastian hukum bagi Pemerintah dan pemerintah daerah untuk mengintegrasikan program pelayanan kepemudaan”, Tutup Ketua DPD Bapera .(NB)

Share

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.