Penulis: Yustizar, Spd, Mpd.i.

NusantaraBersatuNews.Com, Kota Langsa Aceh- Terlihat banyak sudah kertas ituBerserakan tidak menentuPada lataran kumuhBilik kecil milik mu.

Tangan mu sesekali menulisTerkadang terselip rokokMenjulang asapMenelangsa Resah dan gundahBenak mu.

Untuk nukilan muHai… Penyair muda.

Engkau tampak berkelanaDalam imajinasi muSerasa kau ada di mana manaIlustrasi menjebak muMembuat hilangLalu kembali.

Tak banyak yang sukaPada nukilan muTak ilmiah katanyaHe..he..Biarkan lah itu berlalu.

Dengarkan hati muBerdamailah Dari resah membelenggu.

Tak perlu sedu sedan ituBerjalanlah Menurut kata hati muKarena dia tauKau pasti butuh itu.

Salam rindu ku untuk muHai… penyair muda.Dari ku….. Pecinta nukilan mu. (NB)

Share

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.