Jurnalis: Umar Hakim

NusantaraBersatuNews. Com, Banda Aceh – Mantan Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Irfan Nasruddin, S.Sos menanggapi polemik terhadap perlakuan Gubernur Aceh Nova Iriansyah kepada Kampus UIN yang berselogan, Kampus Jantong Hate Rakyat Aceh. “

Gubernur tidak Profesional dalam mengambil keputusan, ini membuat citra buruk di akhir masa kepemimpainannya. kami tidak menerima perlakuan itu dilakukan terhadap kampus UIN, segera meminta maaf dan memperbaiki kesalahan yang sudah di perbuat,” kata Irfan dalam keterangannya kepada awak media Kamis (27/01/2022).

Keputusan yang diambil oleh Gubernur Aceh Nova Iriansyah, jelas tidak menghargai sedikitpun Kampus UIN Ar-Raniry, dengan sepihak membatalkan untuk menghadiri kegiatan penyerahan hibah aset Akademi Keperawatan Cut Nyak Dhien dan Akademi Farmasi milik Pemerintah Aceh kepada kampus UIN Ar-Raniry Banda Aceh, dengan acara yang sudah dipersiapkan.

Ia mengatakan, seorang Gubernur Aceh yang telah menetapkan tanggal untuk acara dan tiba-tiba tidak menghadirinya, yang ironisnya tidak ada satupun perwakilan dari Pemerintah Aceh untuk dikirimkan menghadiri acara tersebut.

Itu menunjukkan tingkat komitmen seorang Gubernur tidak ada sama sekali dan tidak menunjukan sikap seorang Pemimpin yang bijaksana,” ucapnya.

Kampus adalah tempat melahirkan orang-orang terdidik dan berpendidikan, dan beliau pun juga lahir dari Universitas. Kenapa bisa mengambil keputusan seperti orang tidak terdidik,” ucap Irfan.

“Saya rasa pak Nova paham apa yang mahasiswa dan pemuda lakuka jika sudah menyakiti hati sebuah Universitis yang ada di Aceh,” tegas Irfan.

Menurutnya, kejadian hari ini sangat memalukan dan menjatuhkan citra kampus UIN sendiri.

Kami dari unsur Alumni, sangat mendukung penuh kemajuan pendidikan, terutama visi-misi Gubernur Aceh yaitu Aceh Carong. Tapi hari ini beliau tidak menghargainya sama sekali dan membuat malu kampus UIN,” tuturnya.

Oleh karena itu, Irfan berharap di Akhir periode Gubernur Nova Iriansyah ini bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat Aceh, jangan meninggalkan citra buruk untuk tanggung jawab yang sudah di embanya. Jika hal seperti ini terus terjadi dan tidak diperdulikan, ini justru akan menimbulkan kebencian tersendiri oleh beberapa pihak kepada Gubernur Aceh, termaksut masyarakat Aceh pada umumnya,” tutup Irfan Jr nama sapaan Pergerakan dilapangan.[NB]

Share

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.