Jurnalis: Umar Hakim

NusantaraBersatuNews.Com, Banda Aceh – Dalam kondisi kehidupan masyarakat yang sedang sangat memprihatinkan, kondisi krisis kehidupan belum berakhir dan tidak memiliki kejelasan yang pasti mampu diselesaikan, namun Dinas Pendidikan Aceh berusaha untuk membeli atau menganggarkan pengadaan barang dan jasa (PBJ) untuk mobil/bus dinas sebanyak Rp 12 milyar.Hal ini langsung dijelaskan oleh Pengamat Ekonomi Aceh, Dr. Taufik A Rahim, pada media pada Rabu (16/02/2022).

Taufik, menjelaskan, pengadaan sejumlah unit mobil di Dinas Pendidikan Aceh, jelas, sama sekali tidak memiliki “sences of crisiss”, memanfaatkan uang negara yang juga berasal dari rakyat untuk membeli mobil dinas dengan alasan atau dalih untuk dapat mencapai akses daerah maupun wilayah jangkauan lebih luas serta terpencil.

Demikian juga, ada dukungan dari elite ataupun politisi dengan penilaian wajar atau layak dibeli mobil atau bus dinas tersebut.”Apa dasar indikator penilaian wajar dibeli? Apakah setelah ada dan dibeli nantinya secara drastis merata posisi rangking pendidikan Aceh naik,” tegas Pengamat Ekonomi Aceh tersebut.

Sehingga, lanjutnya, semua orang akan terkagum-kagum, ternyata pengadaan mobil/bus Dinas Pendidikan sangat prestisius dan spektakuler menjadikan pendidikan Aceh meningkat mutunya luar biasa sampai ke seluruh pelosok Aceh.

“Ini menunjukkan ‘Aceh Hebat’, dengan pengadaan barang dan jasa dalam bentuk mobil/bus Dinas Pendidikan Aceh mampu menjamin pemerataan kualitas pendidikan ke seluruh Aceh, karena akses mobilitas para pejabat Dinas Pendidikan Aceh semakin lancar, mudah dan tidak kenal lelah membantu pendidikan dan mengunjungi sekolah-sekolah dibawah binaan Dinas Pendidikan Aceh sampai ke daerah terpencil dan terluar,” ungkapnya.

Bahkan lanjutnya. Rakyat Aceh saat ini banyak yang sesak nafas menghadapi kehidupan yang susah, sulit, bahkan ditengah naiknya harga barang kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula dan lain sebagainya, bahkan harga minyak kenderaan juga naik, tetapi Dinas Pendidikan Aceh dengan kehebatan serta kekuasaan kebijakan politik anggaran APBA membeli bus seharga Rp 2,6 milyar, mobil seharga Rp 527 juta, demikian juga mobil lainnya rata-rata seharga ratusan juta per unit.

Namun bangga membeli, bahkan nantinya juga minyak kenderaan dan semua keperluan operasional kenderaan juga ditanggung negara dari uang juga berasal dari rakyat.

“Ini bukti kehebatan Dinas Pendidikan Aceh dalam mengalokasi atau “mengolah” anggaran belanja, serta sebuah kecerdasan Pejabat Dinas Pendidikan Aceh memanfaatkan anggaran secara “mengolah akal-akalan”, juga memanfaatkan anggaran “semoga tidak bangga menjadi pejabat atau elite sebelum ajal menjemput,

“Karena itu, sadarlah, jangan akal-akalan lagi, jika tidak mampu menjamin dapat meningkatkan kualitas pendidikan Aceh secara merata dengan menghabiskan anggaran membeli kendaraan baru, lebih baik sadar, saat ini rakyat Aceh sedang susah, jangan “pongah” dengan adanya jabatan yang sedang disandang saat ini. demikian ungkap Pengamat Ekonomi Aceh. Dr. Taufik A Rahim.(NB)

Share

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.