Jurnalis: Umar Hakim

NusantaraBersatuNews.Com, Banda Aceh – Panggilan yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) kabupaten Aceh Singkil baru-baru ini terhadap para saksi mendapatkan sorotan dari berbagai kalangan.Dugaan Mark up KMP Singkil 3 yang ditangani oleh Kejari masih dalam penyelidikan.

Diketahui pengadaan Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Singkil 3 bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Afirmasi tahun anggaran 2018 sebesar 1,2 Milyar.

Putra daerah Aceh Singkil Ridwansyah mengatakan penyidikan yang dilakukan oleh Kejari semestinya tidak hanya menahan kapal KMP Singkil 3, namun juga melakukan penahanan oknum yang diduga melakukan tindak pidana korupsi tentunya demi kepentingan penyidikan, Senin,(28/02/2022).

Seperti yang diamanatkan dalam kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana ( KUHAP) nomor 8 tahun 1981 pasal 20 berbunyi:a. Untuk kepentingan penyidikan, penyidik atau penyidik pembantu atas perintah penyidik berwenang melakukan penahanan;b. Untuk kepentingan penuntutan, penuntut umum berwenang melakukan penahanan atau penahanan lanjutan;c. Untuk kepentingan pemeriksaan hakim di sidang pengadilan dengan penetapannya berwenang melakukan penahanan.

“Dugaan korupsi KMP Singkil 3 seharusnya sudah sampai penetapan tersangka, seperti yang disampaikan Kejari Aceh Singkil tahun 2021 lalu, ditemukan ada kerugian negara atau perbuatan melawan hukum.

untuk itu pihaknya akan minta bantu BPKP dan Inspektorat untuk melakukan penghitungan. Dikutip dari penyampaian kepala Kejari Aceh Singkil Muhammad Husaini,” ungkap Mahasiswa Al Washliyah Banda Aceh ini.

Ridwan mengungkapkan dalam penyampaiannya Kejari juga menegaskan butuh waktu 2 bulan semenjak 21 September 2021. Dan penetapan tersangka di tahun itu juga. Bahkan sudah mendatangkan tim ahli.

“Namun sampai sekarang bukannya menetapkan tersangka, malah menimbulkan isu baru, kasus akan diberhentikan karena kesalahan administrasi.” kata Ridwansyah.

Ia menduga Kejari bermain mata dengan oknum yang terlibat korupsi KMP Singkil 3.“Apakah kantong Kejari sudah bolong sehingga nama yang sudah dikantongi di tahun yang lalu tidak mendapatkan hukuman?,”demikian Ridwan.(NB)

Share

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.