Jurnalis: Umar Hakim

NusantaraBersatuNews.Com, Banda Aceh – DR. Amri, SE.MSi. Pengamat Ekonomi dari Universitas Syiah Kuala prediksikan pengangguran besar-besaran di Aceh akan terjadi mulai tahun ini, hal itu terjadi akibat hengkangnya investor besar dari provinsi Aceh.

“ kita tahu kemiskinan di Aceh angka persentasenya terus meningkat dari tahun ke tahun, ini tak lepas dari hilang beberapa investor seperti PT. Bank Rakyat Indonesia Syariah, PT. Bank Negara Indonesia Syariah, PT. Bank Mandiri Syariah, PT. BNI. PT. Bank Mandiri, PT. Bank Rakyat Indonesia dan PT.Trans Conitinent dari Kia Ladong. Belum lagi jadi gagalnya investor untuk investasi di Laweung Pidie,” kata Dr Amri kepada awak media, Selasa,(02/03/2022).

Ia menjelaskan pengangguran alumni Univesitas dan masyarakat umum bakal terjadi di Aceh secara struktural merupakan pengangguran yang disebabkan adanya perubahan struktural atau komposisi perekonomian suatu daerah (Ekonomi Regional). “Semua orang setuju bahwa pengangguran dan kemiskinan bukanlah persoalan remeh temeh. Ini adalah persoalan serius bagi rakyat Aceh,” ungkapnya.

Kata dia Dr Amri kemiskinan yang sedang terjadi di Aceh juga disebabkan rendahnya akses terhadap sumberdaya terutama sumber permodalan yang pada umumnya pada suatu tatanan sosial budaya dan politik yang kurang mendukung adanya pembebasan kemiskian.

Dari amatan Pengamat Ekonomi ini, Ia mengatakan pengangguran dan kemiskinan bagi kaum Intelektual/Alumni Universitas dan Akademi akan meningkat tajam di Aceh.

“Di Aceh ada lebih kurang ada 110 Universitas dan sekolah Tinggi dan Akademi, Belum lagi Universitas dibawah naungan Perguruan Tinggi Islam, IAIN misalnya. Karena setia tahun semua universitas ini mewisudakan puluhan ribu sarjana, ini jelas berbahaya,” ujarnya.

Dr. Amri, yang juga mantan Sekretaris Magister Managemen Program Pasca Sarjana Universitas Syiah Kuala ini, memberi saran kepada Pemda Aceh untuk dapat mengoptimalkan peranan Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Aceh Syariah untuk membantu usaha kecil dan menengah dengan mempebanyak lini produk untuk kredit usaha UMKM di segala bidang.

“misalnya bidang pertanian, Perikanan, perkebunan dan usaha kecil yang ada di pasar pasar tradisional di Aceh, yang dulunya telah dilayani oleh BRI keseluruh pelosok perdesaan. Ke 6495 Gampong, 285 Kec, dan 23 Kab/Kota,” katanya.

Menurut Dr. Amri yang juga pemegang sertifikat Planning dan Budgeting pada level Nasional dan Internasional, Graduate Research Institute for Policy Studies (GRIPS), Tokyo, Jepang, Ekonomi Aceh akan jauh dan terus mundur kebelakang, ini ditandai dengan angka kemiskinan no 1 sesumatera, pengangguran tinggi,pemerataan ekonomi juga tidak terjadi, dan pertumbuhan ekonomi Aceh 2,75%. sangat menyedihkan kondisi perekomian di Aceh ini.

“Pemda Aceh perlu mengembangkan Aceh Youth Creative melalui pengembangan kewirausahaan generasi muda Aceh. melalui UMKM,” lugasnya.(NB)

Share

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.