Jurnalis: anwar

NusantaraBersatuNews.Com, Malang – Ketahanan nasional sebagai kondisi dinamis suatu bangsa, merupakan keuletan dan ketangguhan untuk mengembangkan kemampuan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan, baik yang datang dari luar maupun dari dalam negeri langsung atau tidak langsung.

Ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan tersebut selalu ada di setiap gatra dan saling mempengaruhi. “Ketahanan nasional sebagai konsepsi geostrategis merupakan transformasi kekuatan nasional untuk tujuan dan kepentingan nasional”.

Untuk menjawab dan mewujudkan hal tersebut, Miskat, SH, MH. selaku Ketua DPD Barisan Pemuda Nusantara (BAPERA), mengirimkan 60 pemuda untuk mengikuti Jambore Tingkat Nasional Bela Negara Bapera, yang digelar di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, tanggal 23 s/ 26 Maret 2022, kata Miskat.

Pelatihan Bela Negara sesuai yang tertuang dalam Pasal 27 ayat (3) UUD Negara Republik Indonesia 1945 mengamanatkan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.

Bentuk keikutsertaan warga negara berupa pendidikan kewarganegaraan, latihan dasar kemiliteran, pengabdian sebagai prajurit TNI/POLRI, dan pengabdian sesuai profesi. Pendidikan kewarganegaraan dilaksanakan melalui pembinaan kesadaran bela negara dengan menanamkan nilai-nilai dasar bela negara.

“Nilai-nilai tersebut adalah cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia pada Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara, mempunyai kemampuan awal bela negara,” ungkapnya.

Bela negara adalah suatu tekad, sikap, dan perilaku serta tindakan warga negara, baik secara perseorangan maupun kolektif dalam menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa dan negara. Upaya tersebut harus dijiwai oleh kecintaannya kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia 1945, jelasnya.

Sebagai generasi penerus Bangsa Indonesia, generasi muda Indonesia harus mengetahui tantangan dan peluang yang akan dihadapinya. Untuk itu, dia juga memaparkan mengenai tantangan dan peluang abad 21 yang berupa revolusi 4.0, society 5.0, pandemi COVID-19, kemiskinan, resesi ekonomi global, dan sebagainya. “Sekarang kita sudah masuk ke (society) 5.0 artinya bahwa kita hidup dalam dua dunia, dunia nyata dan dunia maya,” tandas Miskat.

Society 5.0 adalah manusia yang dapat menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan sosial dengan memanfaatkan berbagai inovasi yang lahir di era Revolusi industri 4.0 dan berpusat di teknologi, tambahnya pula.

Peran generasi muda dalam menghadapi tantangan dan peluang abad 21 adalah melalui pendidikan kewarganegaraan dengan bertujuan untuk memegang kunci sebagai aksi bela negara. Kunci ini berfungsi untuk membuka pikiran, hati, dan keinginan gerenasi muda.

Penguatan pola pikir akan terjadi bila generasi muda membuka pikirannya sehingga dapat memahami konsep diri dalam bekerja dan memanfaatkan waktu sebagai peluang, tegas Miskat . Dan Organisasi Kemasyarakatan Barisan Pemuda Nusantara (BAPERA) adalah bukan sebuah underground partai.

Bapera mempunyai misi untuk mencerdaskan pemuda yang ada di seluruh Indonesia, agar bisa menyikapi perubahan dan tantangan di masa depan, tutupnya. (NB)

Share

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.