Foto : Pertunjukan Seni Tayub dalam rangkaian acara Bersih Desa Arjowilangun, Kec. Kalipare, Kab. Malang, di Pendopo Desa Arjowilangun, Jum’at (10/6’22).

NusantaraBersatuNews.Com, MALANGKAB – Bersih Desa adalah merupakan slametan atau upacara adat Jawa untuk memberikan sesaji kepada danyang desa. Sesaji berasal dari kewajiban setiap keluarga untuk menyumbangkan makanan. Bersih desa dilakukan oleh masyarakat dusun untuk membersihkan desa dari roh-roh jahat yang mengganggu.

Demikian juga apa yang dilakukan oleh masyarakat Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, saat ini sedang melaksanakan Bersih Desa selama 7 hari, dimulai tanggal 8 s/d 14 Juni 2022. Guna ucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, selametan dan kirim Do’a diperuntukan bedah kerawang Ki Demang Mertawijaya beserta kerabatnya.

Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Desa Arjowilangun, Antonius Buyadi, mengatakan, “Pasca Pandemi Covid-19 menjadikan masyarakat mendambakan adanya kegiatan budaya, yang selama kurang lebih 3 tahun tidak terlaksana sesuai adat istiadat Desa Arjowilangun,” katanya.

Untuk itu setelah situasi saat ini dirasa aman, maka dilaksanakan Bersih Desa sesuai adat istiadat seperti tradisi, walaupun tidak sepenuhnya, namun sudah cukup mengobat rasa kangen masyarakat akan kegiatan budaya, ungkap Bayudi.

Deretan acara disajikan, mulai dari seni budaya yang bersifat sakral, sampai kegiatan pemberdayaan masyarakat, seperti Pasar Pahing dan juga bazar di sepanjang jalan protokol Desa Arjowilangun, imbuhnya.

Adapun acara sakral adalah seperti ritual punden/petilasan, yang dilaksanakan di beberapa titik dimulai punden gunung Nggurit hingga terakhir di Sanggar dusun Panggang lele. Juga pertunjukan ludruk besut, dimana yang awalnya sebuah ujar (perkataan harapan jika terwujud) yang tuangkan dalam bentuk narasi. Selain juga ada arak pengantin kembar dampit Sukoco-Sukeci, dan Kirab Jaran Degling yang diiringi oleh reog Ponorogo, jaranan, pencak silat, serta Kirab Pusaka peninggalan Ki Demang Mertawijaya dan kerabat yang ikut serta bedah kerawang Desa Arjowilangun, tutupnya.

Foto : Kepala Desa Arjowilangun, Kuswiyanto, S.Pd. saat mengawal para peserta lari marathon, Jum’at pagi (10/6’22).


Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Desa Arjowilangun, Kuswiyanto, S.Pd., “bahwa kegiatan Bersih Desa Arjowilangun sudah ada sejak tahun 1875 M, dan terlaksana hinggat saat ini,” ungkapnya.

Selain pertunjukan budaya yang bersifat sakral, juga lari marathon yang diikuti oleh masyarakat Arjowilangun, dan disuguhkan seni tayub, campur sari, orkes, serta single electone. Dan tentunya dalam pelaksanaan tetap menjalankan protokol kesehatan yang berlaku, tandas Kuswiyanto.

Sebagai penutup acara adalah kegiatan keagamaan, tentunya agama yang ada yaitu Islam, Kristen, Katholik, dan Hindu. Hari Minggu pagi (12/6’22) kegiatan agama Kristen, sore harinya Katholik. Hari Seninnya adalah kegiatan keagamaan umat Hindu. Sedangkan pada hari Selasa sebagai penutup rangkaian acara, adalah kegiatan keagamaan bagi umat Islam, tutupnya.

Yang ikut Mangayubagya kegiatan Bersih Desa, selain masyarakat Arjowilangun dan sekitarnya, juga dihadiri oleh DKKM Kab. Malang, Lokantara Malang Raya, Forum Pamong Kebudayaan Jawa Timur, Paguyuban Damar Kedaton Karaton Surakarta Hadiningrat, Yayasan Saka Nusantara, serta para pemerhati budaya. (John)

Share

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.