KEJAKSAAN NEGERI ACEH SELATAN GELAR RESTORATIVE JUSTICE TERKAIT PERKARA PIDANA.

Jurnalis: AE

NusantaraBersatuNews.Com, Aceh Selatan-

Kejaksaan Negeri Aceh Selatan, melaksanakan Restorative Justice (RJ) perkara pidana atas nama tersangka T.Zairi Bin. Ariyan yang melanggar pasal 351 ayat 1 KUHP, kata Kajari HERU ANGHORO, S.H., M.H, melalui
Kasi Intel M.Alfryandi Hakim, S.H. kepada wartawan senin (20/06/2022)

Dengan kronologis perkara pada tanggal 12 Januari 2022 sekitar pukul 19.15 WIB saksi korban MUSTAFA bersama dengan Sdr. M. SATRIA PUTRA dan Sdr. HAMZILI RAHMAT menemui Sdr. T. JOHAN dirumahnya di Dusun Genting Gampong Pulo Paya Kec. Trumon Tengah Kab. Aceh Selatan.

Dengan maksud untuk mencari orang-orang yang sebelumnya telah melakukan pengeroyokan terhadap saksi korban, kemudian dikarenakan saksi korban belum bertemu dengan Sdr. T.ARIAN yang ikut melakukan pengeroyokan tersebut merasa emosi kepada Sdr. T.JOHAN dan terjadilah pertengkaran mulut selanjutnya untuk menghindari dan tidak memperpanjang masalah, Sdr. M. SATRIA PUTRA mengajak saksi korban untuk pulang kerumahnya.

Pada saat sedang berada disepeda motor , Tersangka T. ZAIRI melihat hal itu, dan mengira telah terjadinya keributan langsung mendatanginya dan langsung memukul wajah saksi korban tepatnya kearah rahang sebelah kiri, saksi korban yang mengakibatkan saksi korban mengalami rasa sakit dan memar.

Oleh karena merasa tidak puas, kemudian saksi korban melaporkan kepada pihak kepolisian daerah itu, guna proses hukum lebih lanjut, kata Kasi Intel M.Alfryandi Hakim, S.H.

Bahwa dalam perkara pidana ini , pada 13 Juni 2022 pihak korban menemui Jaksa Penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Aceh Selatan bertujuan menyampaikan bahwa dalam perkara ini berniat untuk melakukan perdamaian dikarenakan ingin menyambung silahturahmi lebih erat lagi.

Selanjutnya Jaksa Penuntut Umum selaku fasilitator menyampaikan kepada pihak terdakwa yang selanjutnya disambut baik sehingga bertempat pada Rumah restorative justice Gampong Batu Itam Kecamatan Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan, yang disaksikan oleh Keuchik Gampong Batu Itam, Tuha Peut Gampong Batu Itam dan para pihak keluarga korban dan tersangka yang didampingi penasehat hukumnya berhasil melakukan upaya perdamaian yang pada pokoknya perdamaian tersebut dilakukan tanpa adanya syarat apapun.

Berdasarkan No R01/L.1.19/Eoh.2/06/2022 tanggal 13 Juni 2022 Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Selatan mengirimkan surat permohonan serta petunjuk untuk penghentian perkaranya agar tidak dilanjutkan ke penuntutan.

Yang mana syarat-syarat berdasarkan PERJA No 15 tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif , sebagai berikut:

  • Tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana;
  • Tindak pidana yang disangkakan diancam dengan pidana penjara tidak lebih dari 5 (lima) tahun;
  • Tindak pidana dilakukan dengan nilai barang bukti / nilai kerugian akibat dari tindak pidana tidak lebih dari Rp. 2.500.000,-(Dua juta lima ratus ribu rupiah);
    Yang mana, seluruh persyaratan tersebut telah terpenuhi.

Bahwa berdasarkan petunjuk dari Jaksa Agung melalui Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh , sebagaimana surat No R-402/L.1/Eoh.2/06/2022 tanggal 17 Juni 2022, yang pada pokoknya menerangkan Permintaan Penghentian Penuntutan Perkara Tindak Pidana Dengan Nama Tersangka T.ZAIRI Bin T.ARIYAN yang melanggar pasal 351 Ayat (1) KUHP maka penghentian penuntutan dapat disetujui.

Bahwa dengan disetujuinya pengajuan restorative justice atas nama tersangka T. ZAIRI Bin T. ARIYAN tersebut oleh Jaksa Agung RI dan dikarenakan telah terciptanya rasa keadilan bagi saksi korban maka perkaranya tidak kami lanjutkan ketahap penuntutan dan membebaskan tersangka yang dititipkan pada rutan Tapaktuan Kelas IIKEB tutup Kasi Intel M.Alfryandi Hakim, S.H.

NBN.C

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *