NusantaraBersatuNews.Com, Kota Langsa Aceh – Satreskrim Polres Langsa ringkus pelaku tindak pidana korupsi penyelewengan pengelolaan alokasi dana desa (ADD) pada pembelian tanah sawah seluas 30 (TIGA PULUH) RANTE / 12.000 (DUA BELAS RIBU) M² bertempat di Gampong Alue Gadeng Dua Kec. Birem Bayeun Kab. Aceh timur yang bersumber dari APBK dan APBN Tahun Anggaran 2017.

Kapolres Langsa AKBP Agung Kanigoro Nusantoro, SH, SIK, MH, melalui Kasat Reskrim Iptu Imam Aziz Rachman, STK, SIK , mengatakan kepada wartawan, Selasa , (21/06/22) pelaku Tipikor berinisial NM Umur : 54 Tahun Pekerjaan : PNS atau Sekdes Gampong atau mantan Pj. Geuchik Gampong Alue Gadeng Dua Kec. Birem Bayeun Kab. Aceh Timur T.A 2016 dan T.A 2017 beralamat : Dusun Kumbang Gampong Alue Gadeng Kampong Kec. Birem Bayeun Kab. Aceh Timur

Pelaku ini melakukan aksi Tipikor Pada Tahun 2017 Gampong Alue Gadeng Dua Kec. Birem Bayeun Kab. Aceh Timur telah mengalokasikan dana dalam APBG Tahun Anggaran 2017 yang bersumber dari APBK dan APBN sejumlah Rp917.199.995,00 dan Alokasi Dana Desa (ADD) yang dikelola oleh tersangka pada Tahun Anggaran 2017 penarikan Tahap I (Pertama) sebesar Rp489.072.660,00 karena pada tanggal 10 Agustus 2017 tersangka tidak menjabat lagi sebagai Pj. Geuchik Gampong berdasarkan SK Bupati Aceh Timur Nomor 35 / 141 / PMG / G / PJ / 2017, tanggal 10 Agustus 2017 tentang Pemberhentian Penjabat Keuchik Gampong Alue Gadeng Dua Kec. Birem Bayeun.

Alokasi Dana Desa (ADD) Tahap I (Pertama) sebesar Rp489.072.660,00 dilakukan penarikan pada tanggal 14 Juni 2017 di Kantor Bank Aceh Syariah Cabang Pembantu Peureulak dan ADD Tahap I sebesar Rp489.072.660,00 direalisasikan untuk Belanja sebesar Rp116.072.660 dan kegiatan Penyertaan Modal Gampong sebesar Rp373.000.000,00 lalu tersangka merekayasa Laporan Pertanggungjawaban kegiatan Penyertaan Modal Gampong sebesar Rp373.000.000,00 seolah-olah dana sebesar Rp373.000.000,00 direalisasikan untuk BUMG Gading Jaya di Gampong Alue Gadeng Dua dan BUMG Gading Jaya melakukan pembelian Tanah Sawah di Gampong Alue Gadeng Kampong Kec. Birem Bayeun dengan luas 12.000 Meter Persegi dengan harga sebesar Rp373.000.000,00 akan tetapi BUMG Gading Jaya tersebut tidak pernah ada atau tidak pernah terbentuk di Gampong Alue Gadeng Dua Kec. Birem Bayeun Kab. Aceh Timur

Lanjut Kasat ” sehingga berdasarkan keterangan Saksi, Ahli dan Tersangka terhadap Laporan Pertanggungjawaban kegiatan Penyertaan Modal Gampong sebesar Rp373.000.000,00 untuk BUMG Gading Jaya adalah Fiktif.

Dan berdasarkan keterangan tersangka dana sebesar Rp373.000.000,00 tersebut tersangka peruntukan untuk pembelian Tanah Sawah seluas 8.600 Meter di Gampong Alue Gadeng Kampong Kec. Birem Bayeun sebesar Rp182.750.000,00 Surat Keterangan Jual Beli atas nama tersangka dan untuk pembayaran hutang sebesar Rp135.000.000,00 dan sisanya sebesar Rp55.250.000 tersangka peruntukan untuk kebutuhan sehari-hari tersangka.”, Tegasnya.

Kemudian Modus pelaku ini membuat Laporan Pertanggungjawaban Fiktif untuk kegiatan Penyertaan Modal Gampong sebesar Rp373.000.000,00 seolah-olah dana tersebut direalisasikan untuk BUMG Gading Jaya di Gampong Alue Gadeng Dua dan BUMG Gading Jaya melakukan pembelian tanah sawah seluas 12.000 Meter Persegi di Gampong Alue Gadeng Kampong Kec. Birem Bayeun Kab. Aceh Timur sebesar Rp373.000.000,00 (tiga ratus tujuh puluh tiga juta rupiah).

Adapun barang bukti yang disita dari pelaku yaitu sertifikat asli Tanah Hak Milik Nomor 125;
b. 1 (satu) Examplar Foto Copy Laporan Pertanggung Jawaban Tahap I Pembiayaan Tahun Anggaran 2017 senilai Rp373.000.000,00 (tiga ratus tujuh puluh tiga juta rupiah) (Legalisir oleh Tersangka Sdri. NM)

Pelaku NM akan dikenakan Pasal 2, Pasal 3, Pasal 8 dan Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi”, Tutup Kasat Reskrim Polres Langsa.(AWR)

Share

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.