Hasil Program Penelitian Pengabdian Mandiri Tematik dan Sosialisasi Mitigasi Bencana COVID-19 Dosen Unsyiah

NusantaraBersatuNews.Com,Langsa – Tim dari Dosen Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia berkolaborasi dengan Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala, melakukan Pengabdian Mandiri Tematik COVID 19 pada bulan April hingga Mei 2020 lalu.

Program tersebut dilaksanakan di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) yaitu Pengabdian Mandiri Tematik COVID 19.

Kegiatan ini diketuai oleh Dr. Drs. Ramli, M.Pd, Anggota : Prof, Dr. Drs. Mohd. Harun, M.Pd, Dr. Drs. Razali, M.Pd, Drs. Abdul Wahab Abdi, M.Si, Ahmad Nubli Gadeng, S.Pd, M.Pd,Tim juga dibantu oleh dua orang mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Angkatan 2018 bernama Agusta dan Muhammad Rauzan.

Adapun tujuan dari dilaksanakannya kegiatan tersebut adalah memberi kesempatan kepada Dosen Unsyiah berkontribusi dalam upaya pencegahan penyebaran dan penanggulangan wabah COVID-19.

Selain itu, membuka kesempatan kepada para dosen untuk mengaktualisasikan kompetensinya melalui berbagai bentuk kegiatan yang positif.

Ahmad Nubli Gadeng, S.Pd, M.Pd. salah satu Dosen yang ikut serta dalam kegiatan teraebut, ketika dikonfirmasi oleh tim media pada 18 Juli 2022 menjelaskan bahwasannya Pengabdian Mandiri Tematik COVID 19 telah dilaksanakan oleh tim dengan judul Sosialisasi Mitigasi Bencana Covid-19 melalui Imsakiyah Ramadhan 1441 H/2020 M di Gampong Blangkrueng, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar.

Pengabdian tersebut juga sudah lulus seleksi dari TIM SATGAS Penanggulangan COVID 19 Universitas Syiah Kuala. Dan dilaksanakan atas keprihatinan tim bersama anggota karena terus meningkatnya jumlah pasien positif COVID 19 di Provinsi Aceh terhitung dari awal COVID 19 masuk di Provinsi Aceh tepatnya pada Senin, 23 Maret 2020.

Aceh mengumumkan kasus pasien positif pertama COVID-19. Terjadi peningkatan jumlah pasien positif COVID 19 diduga karena masyarakat masih berkeliaran di luar rumah untuk hal yang tidak penting, tidak memakai masker dan sebagian tidak menaati perintah sering mencuci tangan.

Adanya masyarakat yang tidak mengakui bahwa ada riwayat kepulangan dari luar negeri atau luar daerah, maka akan sangat sulit dipantau orang yang seperti ini.
Terakhir, masyarakat masih belum mengetahui dan memahami dengan baik tentang ciri-ciri atau gejala-gejala dari COVID 19.

Semua fenomena seperti itu terjadi karena pengetahuan masyarakat akan COVID 19 tentang gejala klinis dan cara mitigasi bencana COVID 19 masih sangat kurang.

Ahmad Nubli Gadeng juga mengatakan ” untuk solusinya berupa sosialisasi non formal dalam masyarakat, sosialisasi formal dalam dunia pendidikan, dan sosialisasi informal dalam lingkungan keluarga harus gencar dilaksanakan dengan berbagai cara sehingga diharapkan dapat menghasilkan kesadaran dalam diri masyarakat” Ucap Nubli menjelaskan.

Nubli lanjut menjelaskan, Sosialisasi akan dilakukan melalui Imsakiyah Ramadhan 1441 H/2020 M. Alasan utama tim memilih Imsakiyah Ramadhan 1441 H/2020 M sebagai media sosialisasi nonformal dikarenakan umat Islam di seluruh dunia pada Hari Jumat tanggal 24 April 2020 akan memasuki Bulan Suci Ramadhan 1441 H.

” Selama Bulan Suci Ramadhan, maka dapat dipastikan semua rumah membutuhkan Imsakiyah Ramadhan, untuk melihat puasa ke berapa, hari/tanggal/bulan, jadwal imsak (bermanfaat ketika ibadah sahur), jadwal shalat shubuh, syuruq, dzuhur, Ashar, dan maghrib (bermanfaat ketika akan ibadah berbuka puasa), isya (bermanfaat ketika akan ibadah shalat isya, taraweh dan witir)” Ucap Nubli.

Selain informasi sebagaimana yang sudah disebutkan, tim juga memberikan atau menyisipkan informasi tambahan dalam Imsakiyah Ramadhan 1441 H/2020 M.

Yaitu:

  1. Informasi tentang gejala klinis COVID 19;
  2. Cara mitigasi bencana dari pendekatan kesehatan;
  3. Cara mitigasi bencana dari pendekatan sosial;
  4. Cara mitigasi bencana dari pendekatan Agama Islam yang dapat dilakukan selama Bulan Ramadhan.

Dengan demikian, tim menggunakan hitungan matematis dan berdasarkan hasil observasi selama ini, dapat dipastikan masyarakat melihat Imsakiyah Ramadhan 1441 H/2020 M sebanyak 2 kali dalam 1 hari (ketika akan masuk waktu imsak dan ketika akan berbuka puasa), jikalau selama 1 bulan (30 hari) maka masyarakat akan melihat imsakiyah sebanyak 60 kali.

Dapat diprediksi, secara tidak langsung berbagai informasi yang terdapat dalam Imsakiyah Ramadhan 1441 H/2020 M dapat diketahui, diingat, dipahami dan diterapkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Itulah yang dikenal dengan istilah proses sosialisasi dan internalisasi. Pada akhirnya, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari Pandemi COVID 19, dan masyarakat Aceh dapat hidup normal kembali seperti sediakala atau sebelum pandemi COVID 19 menyerang Indonesia umumnya dan Provinsi Aceh khususnya.

Di sinilah peran dari pendidikan nonformal dalam masyarakat dan pendidikan informal dalam keluarga untuk memberikan edukasi tentang mitigasi bencana COVID 19.

” Hal ini sejalan dengan tri dharma perguruan tinggi yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan dan pengembangan serta pengabdian kepada masyarakat khususnya untuk Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,Universitas Syiah Kuala”,Tutur Ahmad Nubli Gadeng, S.Pd, M.Pd. salah satu Dosen Unsyiah yang saat ini sedang melanjutkan studi Doktor di Jurusan Pendidikan Geografi Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia Bandung.

Wartawan Yuni

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *