WONOSARI, MALANGKAB – Peran Serta Masyarakat Dalam Optimalisasi Pengelolaan Bank Sampah, adalah judul diskusi yang diselenggarakan oleh pemerintah Kecamatan Wonosari, di Pendopo Kecamatan Wonosari, Senin siang (01/08’22).

Wakil Ketua DPRD Kab. Malang, Miskat, SH., MH., dalam kesempatan ini hadir pada diskusi tersebut adalah sebagai narasumber.

Dalam penyampaiannya, Miskat berkata, bahwa “Bank sampah adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah. Hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah akan disetorkan ke tempat pembuatan kerajinan dari sampah atau ke tempat pengepul sampah. Bank sampah dikelola menggunakan sistem seperti perbankan yang dilakukan oleh petugas sukarelawan . Penyetor adalah warga yang tinggal di sekitar lokasi bank serta mendapat buku tabungan seperti menabung di bank”, urainya.

Bank sampah berdiri karena adanya keprihatinan masyarakat akan lingkungan hidup yang semakin lama semakin dipenuhi dengan sampah baik organik maupun anorganik. Sampah yang semakin banyak tentu akan menimbulkan banyak masalah, sehingga memerlukan pengolahan seperti membuat sampah menjadi bahan yang berguna. Pengelolaan sampah dengan sistem bank sampah ini diharapkan mampu membantu pemerintah dalam menangani sampah dan meningkatkan ekonomi masyarakat, ungkap Miskat.

Tujuan utama pendirian bank sampah adalah untuk membantu menangani pengolahan sampah dan tujuan bank sampah selanjutnya adalah untuk menyadarkan masyarakat akan lingkungan yang sehat, rapi, dan bersih. Bank sampah juga didirikan untuk mengubah sampah menjadi sesuatu yang lebih berguna dalam masyarakat, misalnya untuk kerajinan dan pupuk yang memiliki nilai ekonomis, tandasnya pula.

Bank sampah memiliki beberapa manfaat bagi manusia dan lingkungan hidup, seperti membuat lingkungan lebih bersih, menyadarkan masyarakat akan pentingnya kebersihan, dan membuat sampah menjadi Barang Ekonomis. Manfaat bank sampah untuk masyarakat adalah dapat menambah penghasilan masyarakat karena saat mereka menukarkan sampah mereka akan mendapatkan imbalan berupa uang yang dikumpulkan dalam rekening yang mereka miliki. Masyarakat dapat sewaktu-waktu mengambil uang pada tabungannya saat tabungannya sudah terkumpul banyak. Imbalan yang diberikan kepada penabung tidak hanya berupa uang, tetapi ada pula yang berupa bahan makanan pokok seperti gula, sabun, minyak dan beras. Bank sampah juga bermanfaat bagi siswa yang kurang beruntung dalam hal finansial, beberapa sekolah telah menerapkan pembayaran uang sekolah menggunakan sampah, imbuh Miskat.

Pada kesempatan diskusi ini, sesi tanya jawab juga berjalan dengan baik. Dari relawan sebagai penanya, menyampaikan dengan keadaan riil dan penuh harapan. Demikian juga dijawab oleh para narasumber dengan kelakar canda, namun menjadikan suasana tidak kaku, bahkan membuat suasana diskusi lebih hidup dan kerasan, jelas Desy Ariyanti selaku Camat Wonosari.


Acara diskusi Peran Masyarakat Dalam Optimalisasi Pengelolaan Bank Sampah ini, dihadiri oleh Narasumber dari DPRD Kab. Malang, Miskat, Kuncoro, Fauzan, Risky, Dinas Lingkung Hidup Kab. Malang, Camat Wonosari, Sekcam Wonosari, para Kepala Desa se-Kec. Wonosari, para relawan yang tergabung dalam Ngalam Waste Bank (NWB) se-Kec. Wonosari, dan pengurus NWB Kab. Malang. (John)

Share

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.