NusantaraBersatuNews.Com, Jakarta – Mengapa Indonesia Masih ikut GBHN Negara Lain?. Mengapa kita ikut Belt Road Initiative (BRI) milik Tiongkok  dan mengapa harus ikut aturan IMF milik Amerika ?. Kita harus punya kedaulatan, apabila targetnya Indonesia Emas 2045, tutunya di Kantor DPP Bapera, Jakarta pada Selasa, (2/8).

Fahd A Rafiq (Ketua Umum DPP Bapera), “Indonesia ini seperti mobil  Ferarri kenapa di gas 30 km/jam, Kalau di motor GP Seperti Ducati Demosdici yang mampu gas pol kencang baik trek lurus maupun tikungan. Jika dalam film animasi Captain Tsubasa Indonesia itu Striker yang sedang di hadang dua bek tangguh, ketika ingin menciptakan gol harus melompat atas dua Sleding Tackel dua bek hebat tadi, setelah itu shooting ke pojok tiang jauh dengan keras baru berhasil tercipta GOL. Jadi Semua unsur sudah ada di Indonesia tinggal tinggal pandai memainkan saja dan jeli melihat peluang.

Indonesia jangan sampai seperti katak dalam panci direbus hidup hidup sama negara lain gunakan Ilmu cerdik ala Abu Nawas, jangan terus di manfaatkan dua negara besar tadi.

Mantan Ketum PP AMPG ini mengingatkan, “Siap siap Timor Leste akan menjadi Norwegia dari Selatan. Jangan kaget kalau Timor Leste dalam 3 tahun kedepan akan melewati GDP Indonesia dan dalam 5 tahun dua kali GDP Indonesia menjadi 7000 Dollar itu Timor timur, Indonesia jauh lebih besar negara kita punya swf, Indonesia punya semuanya”.

Mantan Ketum DPP KNPI menjelaskan, “Penasehat keuangan William Michael diminta menjadi penasihat keuangan negara Timor Leste. Amerika tahun 1971 menggunakan MMT, melepas jaminan emas untuk Printing Money. MMT itu Shadow Goverment saja yang melakukannya dan belom internasional terbuka.

Secara Internasional pada saat itu diciptakanlah 2 strategi yang satu buat dipermukaan, yang satu lagi shadow.
Yang dipermukaan adalah Fake Knowledge. Tentang ekonomi yang dibiarkan tumbuh liar dikepala para ekonom, para teknokrat, orang pinter dan yang makan bangku sekolahan. Tapi Shadow Govermentnya tidak melakukan apa yang teori ekonomi lakukan.

Tahun 1989 cina mengikuti MMT (Modern Monetery Theory ) juga menciptakan dua mata uang yaitu Reminbi dan Yuan. Reminbi dicetak berdasarkan project based. MMT baru populer tahun 2009 yang menyatakan Keynesian is Dead. Tahun 2009 Norwegia menjadi negara penerbit SWF dan memakai MMT sebagai ekonominya. Uni Emirat Arab dan Turki tahun 2019 dan tahun 2020 Timor Leste gunakan MMT. Tahun 2022 Saudi Aramco menerbitkan SWF.

Garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang dibuat oleh negara lain, ini pertanyaan yang berulang ulang dibanyak kepala warga negara Indonesia

Negara adalah Money Creator dan swasta adalah Money User. Dan kita harus ikut American Standard. Jadi Indonesia adalah swasta karena menggunakan Uang Amerika. Negara Money creator menggunakan jaminan. Hutang hingga detik ini masih menjadi solusi negara Indonesia.

Menko RI yaitu Bapak Luhut Binsar Panjaitan (LBP) ketika ditanya Dedi Corbuzier dalam wawancara, intinya Indonesia ketika ingin menjadi negara maju pasti posisi Indonesia dipersulit dan  dihadang habis habisan.

Indonesia harus kembali pada habitat aslinya menjadi negara pengendali, sponsor country dan harus menjadi raja di kawasan, yang jadi pertanyaan kapan kita punya GBHN sendiri dan kapan kita gunakan MMT (Modern Monetery Theory), tutup Ketua Bidang Ormas DPP Partai Golkar.(AWR).

Share

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.