Ketua PWI Aceh Tamiang Minta Dugaan Ancam Bunuh Wartawan di Aceh Tengah Diproses

Poto : Ketua PWI Aceh Tamiang Syawaluddin. Dok : NUSANTARABERSATUNEWS.COM/Afrizal.

ACEH TAMIANG, ACEH | NUSANTARABERSATUNEWS.COM – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Tamiang.

Minta pihak penegak hukum

segera usut kasus pengancaman bunuh

terhadap oknum wartawan surat kabar harian RAKYAT ACEH.

di Aceh Tengah, Takengon, Provinsi Aceh, beberapa waktu lalu.

“Saya minta pihak penegak hukum segera usut kasus ancam bunuh terhadap wartawan Rakyat Aceh, yang bernama Jurnalisa, yang bertugas di Aceh Tengah ,Takengon, Provinsi Aceh tersebut,”kata Ketua PWI Aceh Tamiang Syawaluddin, di Karang Baru, Aceh Tamiang, Sabtu, (12/11/2022).

“Wartawan bukan objek pembunuhan dan tindak kekerasan,”ujarnya.

Dia mengatakan ancaman pembunuhan dan tindak kekerasan

terhadap pekerja pers sudah berulang kali terjadi,

Bahkan puluhan wartawan menjadi korban.

Sepertinya, dijelaskannya, Undang-Undang nomor 40 Tahun 1999

banyak tidak diketahui oleh sebagian pegiat proyek,

sehingga mereka tidak bisa membedakan karya jurnalistik yang didasari oleh 5W1H.

“Karya jurnalistik didasar oleh Data, Fakta, cover booth side dan hasil investigasi di lapangan serta hasil konfirmasi narasumber yang dianggap berkompeten,” Katanya.

Selan itu, dirinya selaku Ketua PWI Aceh Tamiang mengutuk tindakan ancam bunuh terhadap Jurnalisa [wartawan Rakyat Aceh] yang menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan profesional.

Dia minta, Dewan Pers, PWI Aceh serta Pusat untuk melakukan serangkaian kebijakan komprehensif perlindungan kerja kepada pekerja pers.

Dia juga mengatakan kebijakan perlu dilakukan

dalam memberikan konteks perlindungan terhadap pekerja pers

Terutama dari pihak Perusahaan media cetak, elektronik dan online,

benar-benar dalam merekrut wartawan secara profesional.

“Jangan asal comot aja,”ujarnya.

“Belum tentu wartawan yang direkrut memahami praktik jurnalistik yang baik dan benar secara yuridisnya,”imbuhnya.

Dia mengingatkan, untuk wartawan pemula agar mendalami ilmu jurnalistik,

agar dalam pemberitaannya sesuai kaidah roll of law-nya.

Hal tersebut juga bagian dari perlindungan diri wartawan dalam bertugas.

“Kita minta pihak kepolisian, secepatnya oknum pelaku pengancaman terhadap saudara Jurnalisa segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku, sebab ini sangat meresahkan bagi pekerja pers,”harapnya. [Afrizal]

Share