AKBP Werdha: Deteksi Narkoba Melalui Tes Urine untuk Catin akan diberlakukan di langsa

LANGSA / Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Langsa, meminta kepada Kantor Kementerian Agama agar menerapkan deteksi dini narkoba melalui tes urine bagi yang akan melangsungkan pernikahan atau calon pengantin (Catin), hal ini perlu dilaksanakan untuk menekan angka kriminalitas, kekerasan dalam rumah tangga ( KDRT ), pembunuhan dan efek negatif lainnya yang berujung perceraian dan hancurnya rumah tangga, ini semua efek dari penyalahgunaan narkoba dengan angka perceraian 75 Persen di kota langsa penyebab barang haram tersebut.

Demikian diutarakan Kepala BNN Kota Langsa, AKBP Werdha Susetyo, SE, saat melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Langsa dengan lima Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), di kantor setempat, Rabu sore (25/01/2023).

“Pernikahan itu bukan soal cinta dan suka saja, bobot dan bebet juga menentukan artinya keberlangsungan hidup selanjutnya, karenanya penting untuk pasangan catin wajib di tes urine,” pinta Werdha.

Lebih lanjut, pengguna narkoba itu hilang akal dan aklaq, karena pengguna narkoba itu hidupnya seperti zombie, selain itu keturunan juga sangat berpengaruh, bahkan ketika anak dikandung nantinya anaknya terkontaminasi narkoba.

“Jangan sampai nantinya menyesal dikemudian hari karena kecanduan narkoba juga mempengaruhi anak bahkan bisa cacat mental, karenannya butuh tes urine bagi kedua mempelai,” ujarnya.

Kota Langsa merupakan daerah transit para bandar dan pengendali narkoba hal ini musti di bersama – sama kita perangi, bahkan masalah narkoba ini sangat marak sekali disebabkan para bandar dan pengendali narkoba, kami akan tuntas itu, ujar Wedha.

“Aceh ini daerah syariat Islam banyak ulama besar tapi pintu masuk narkoba juga banyak, lebel ini yang harus kita hilangkan,” ucapnya Werdha yang juga mantan Kepala BNN Pidie itu.

Hal lain, selama manusia masih punya kepentingan narkoba mustahil hilang dari muka bumi ini, hanya saat ini kita wajib memeranginya dan memutus mata rantai atau supply reduction serta demand reduction.

“Kami minta tes urine bagi siapa saja yang mau nikah di wajibkan, terkait payung hukumnya akan kita persiapan, soal narkoba bukan tanggung jawab BNN saja, tapi kewajiban semua pihak untuk memeranginya,” timpal Werdha.

Kakankemenag Kota Langsa, Drs. H. Hasanuddin, MH., mengatakan menyambut baik inisiasi dari pihak BNN Kota Langsa karena menyangkut pernikahan dan layanan pendidikan sekolah melekat di Kemenag.

Sejatinya pihak Kemenang juga telah sering melaksanakan kegiatan maupun sosialisasi bahkan pihak BNN juga dilibatkan.

“Kita selalu bersinergi termasuk BNN bahkan telah melakukan MoU kepada dinas, terkait layanan pernikahan maupun pendidikan, Capil, BKKBN dan Kesehatan,” urai Hasanuddin.

“Pada intinya kami sangat mendukung pemberantasan narkoba demi menyelamatkan generasi mendatang dan terkait belum ada payung hukum terkait dengan kewajiban catin namun untuk MoU dengan berbagai pihak sudah dilakukan,” terangnya.

Kedepan Pemko Langsa, Kemenag dan BNN akan mengundang para geuchik, Imam Gampong, KUA serta para Muspika menggelar sosialisasi MoU Kanwil Kementerian Agama Aceh dengan BNN Provinsi Aceh terkait wajib tes urine para Catin.

“Tes urine ini sangat penting, jangan nanti setelah menikah, enaknya bulan madu sebulan tapi sebelas bulan rasa empedu,” tandas Hasanuddin.

Hadir Humas BNN Kota Langsa, Islamsyah MTA ST, Konselor Adiksi Ahli Muda, Ir Zulkifli Ali, Kepala KUA Langsa Barat, Azhar S.Sos.I, Kepala KUA Langsa Baro, M Affas Edward, SAg, MH, Kepala KUA Langsa Kota, Ierham Zakaria, S.Sos.I diwakilkan Tgk M Yahya, Kepala KUA Langsa Lama, Zaini R, SAg dan Kepala KUA Langsa Timur, Zulfahmi SAg. (JP).

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *